FAULT (PATAHAN)

Patahan terjadi ketika suatu batuan mengalami retakan terlebih dahulu yang kejadian ini berkaitan erat dengan tekanan dan kekuatan batuan yang mendapatkan gaya sehingga timbul adanya retakan (fracture). Tekanan yang diberikan mampu memberikan perubahan pada batuan dengan waktu yang sangat lama dan hingga memberikan gerakan sebesar seperseratus sentimeter dan bahkan sampai beberapa meter. Ketika ini terjadi, maka akan timbul sebuah gaya yang sangat besar yang berdampak getaran bagi sekitarnya saat suatu batuan mengalami patahan atau yang sering kita sebut dengan gempa. Arah pergerakan pada suatu patahan tergantung pada kekuatan batuan. Patahan diakibatkan oleh batuan yang ditekankan atau mendapatkan gaya yang pada umumnya dalam bentuk tekanan ( pada umumnya membentuk lipatan) yang kemudian batuan dapat pecah. Patahan adalah istilah yang menandai adanya gaya tekan atau tekanan dan terjadi secara alami yang geometris.

Patahan terdiri dari beberapa tipe yang diantaranya :

1. Dip – Slip Fault.

Normal Fault.

Patahan normal adalah patahan yang terjadi pada batuan yang salah satu bagiannya mengalami pergerakan ke bawah terhadap keadaan asalnya.  Gerakan patahan ini adalah disebabkan oleh kekuatan tegang dan mengakibatkan perluasan (ada bidang fault plane). Nama lain adalah normal-slip fault, patahan gaya berat atau patahan tegang.

Dari empat gambar di atas dapat diketahui dan dilihat dengan jelas bidang patahan. Pada 4 gambar diatas merupakan contoh yang terjadi dilapangan. Patahan yang terjadi akan membentuk fault plane. Itulah yang merupakan salah satu ciri yang menandakan bahwa batuan tesebut mengalami normal fault.

Reserve Fault.

Pada reserve fault adalah kebalikan dari normal fault. Yaitu arah patahan bagian batuan adalah naik terhadap keadaan awal batuan. Gerakan patahhan ini disebabkan oleh kekuatan compresional (tekanan) yang mengakibatkan pemendekan atau penyempitan.

Dari dua gambar diatas adalah contoh dari reserve fault. Dari contoh diatas dapat dilihat bahwa salah satu bagaian yang patah naik, dan bagian lainnya tetap. Hal ini mengakibatkan seolah mengalami penyempitan dari keadaan luas sebelumnya.

2. Strike – Slip Fault.

Patahan Strike – Slip ini merupakan patahan yang terjadi pada batuan yang arah patahannya secara horizontal. Bagian yang bergerak menjauhi bagian kanan bidang dinamanakan left-fault. Dan sebaliknya apabila bagian yang bergerak menjauhi bagian kiri bidang dinamakan right-fault. Patahan ini terjadi karena gaya yang mengenai sebuah batuan berasal dari samping atau gaya melintang.

Dari gambar diatas tampak bahwa daerah tersebut mengalami patahan secara strike-slip fault. Sehingga tampak pada gambar rel kereta api mengalami perubahan bentuk dan arah yang pada mulanya rel kereta berada pada jalur yang lurus. Karena daerah tersebut mengalami patahan maka rel kereta tampak seperti pada gambar di atas.

3. Oblique – Slip Fault.

Oblique – Slip Fault merupakan kejadian yang merupakan gabungan dari Dip-Slip fault dan strike-slip fault. Sehingga pergerakan batuan terjadi secara naik atau turun dan juga mengalami pergerakan secara horisontal ke kanan atau ke kiri. Sehingga pergerakan yang timbul secara vertikal dan horizontal. Patahan ini disebabkan oleh gaya tekan dari atas atau dari bawah dan juga gaya samping yang diberikan / dikenakan pada batuan.

About these ads

About Bangku Sarjana
I'm from Indonesian, I just a Student in Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya, Geophysics Department

3 Responses to FAULT (PATAHAN)

  1. arif budi permono says:

    salam kenal pak,
    langsung saja pak, saat ini sy sedang membuat tesis dengan judul evaluasi daerah rawan kecelakaan kereta api lintas jogja -sragen.untuk mengevaluasi daerah rawan longsor sy membutuhkan peta derah patahan jogjakarta dan jawa tengah.untuk peta2 tersebut bisa sya dapatkan dimana ya pak.terima kasih
    – arif -

    • poetrafic says:

      Peta topografi atau RBI bisa didapatkan di BAKORSUTANAL, kalau masalah indentifikasi bisa dilakukan pendekatan penarikan kemelurusan yang dapat dilihat dari pola aliran sungai, karena patahan akan terlihat pada lekukan atau belokan pada sungai. peta RBI bisa didapatkan dalam bentuk softcopy di bakorsutanal dengan harga kalau tidak salah hanya Rp 50.000,- per daerah sesuai dengan nomor peta daerah yang akan anda kerjakan. Data peta geologi bisa anda dapatkan pula di dinas ESDM Jawa Tengah atau jogjakarta hasil laporan penelitian terdahulu. dan kalau yang ingin lebih valid lagi mengenai data geologi terutama patahan bisa di Badan Geologi, tapi kalau ke badan geologi urusannya susah dan lama, maka saran saya data patahan bisa didapatkan di dinas ESDM Jateng dan Jogja. Selain itu anda bisa menginterpretasi patahan dari peta topografi.

      Kalau boleh tahu, mas arif dari UGM ? saya tertarik denga tesis anda, tesis anda bisa di ajukan pada dinas ESDM setempat dan PT. KAI untuk antisipasi bencana kelongsoran. Dan bahkan tesis anda bisa menjadi program kerja dari PT, KAI dan dinas ESDM daerah yang bersangkutan….Sukses mas….Saya mahasiswa juga,….mahasiswa Geofisika ITS, saat ini saya juga sedang belajar sama halnya mas arif, identifikasi patahan, memetakan wilayah panasbumi Jawa Timur berupa citra satelit. yang insyaAllah pemetaan akan dilakukan pada bulan November.

  2. Rangga says:

    Makasih infonya :) lumayan referensi buat makalah hee

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: