GUNUNG LUMPUR PURBA = LUMPUR LAPINDO SIDOARJO

Sudah empat tahun kejadian bencana luapan lumpur lapindo SIDOARJO. Kejadian luapan lumpur terjadi tepat 2 hari setelah terjadi tragedi gempa di Yogyakarta. Tragedi yang dikenal dengan LUSI terjadi pada 29 Mei 2006 silam. Lumpur yang keluar dari pusat semburan sebanyak 150 ribu kubik lumpur per hari. Banyak pendapat yang mendefinisikan terjadinya LUSI. Universitas Nasional Odessa Ukraina, Kementrian Lingkungan Ukraina, dan AP Karpinsky Russian Geological Research Institute/VSEGEI. Salah satu di antaranya adalah seorang pakar senior yang turut menentukan lokasi pembangkit nuklir Bushehr di Iran, salah satu reaktor nuklir yang paling ditakuti negara Barat. Mereka melakukan riset yang berlangsung selam 6 bulan di wilayah semburan lumpur lapindo. Mereka menyatakan bahwa Lusi disebabkan oleh aktivitas gunung lumpur purba yang terbentuk sekitar  150-200 ribu tahun yang lalu. Mereka juga menemukan bahwa terdapat dua kanal lumpur panas yang berpotensi meletus sewaktu-waktu di sekitar kawasan Lusi. Selain itu mereka mengatakan bahwa lusi adalah mud vulcano terbesar didunia yang termasuk dalam tipe caldera.

Fakta yang sangat mengejutkan adalah di Jawa Timur terdapat 15 mud volcano. LUSI adalah mud volcano ke-15 dan yang terbesar. Faktor penyebab terjadinya tragedi lusi berupa terbukanya saluran lumpur dari gunung lumpur purba adalah adanya hubungan keberadaan sesar (patahan) termasuk sesar Watukosek. Hal lain penyebab semburan terjadi adalah terjadinya beberapa gempa yang terjadi tepat dikedalaman 10 km di bawah Lusi, yaitu gempa yang terjadi pada 9 Juli 2005 skala 4,4 skala Richter. Dan gempa yang kedua adalah gempa 27 Mei 2006 berkekuatan 6,3 skala Richter di Yogyakarta.

Orang mengatakan bahwa tragedi luapan lumpur diakibatkan oleh pengeboran yang dilakukan oleh PT Minarak Lapindo Jaya (MLJ). Per 22 Maret 2010 MLJ sudah mengeluarkan dana Rp 6.573.602.503.202. Dana itu meliputi biaya teknis, biaya bantuan sosial, dan jual beli tanah warga. Namun, menurut peneliti dari Rusia kejadian luapan tidak ada hubungannya dengan pengeboran yang dilakukan MLJ. Mereka mengatakan bahwa apabila pengeboran sumur mengenai struktur lumpur, lumpur seharusnya keluar dari mulut sumur pengeboran. Karena lumpur akan lebih mudah keluar melalui sumur yang kosong daripada melalui lapisan batuan (sesar).

Kemudian apa yang bisa dilakukan oleh pemerintah dalam penanggulangan ini. Pemerintah dapat melakukan membuat 10 titik stasiun pengotrol semburan. Serta pembuatan kolam baru dalam penampungan semburan untuk mengendalikan debit lumpur yang meluap ke permukaan. Para peneliti Rusia mengatakan bahwa semburan akan berkurang atau bahkan akan terhenti pada 20 tahun akan mendatang, apabila faktor endogen disekitar semburan seperti pergerakan sesar tidak terlalu aktif, dan pergerakan yang disebabkan gempa tidak terlalu besar. Maka dalam jangka waktu 20 tahun lusi akan dapat diselesaikan masalahnya.

Semua bencana geologi ada dampak positif dan negatifnya. Beruntunglah negara Indonesia memiliki banyak kenampakan geologi yang diakibatkan oleh terdapatnya 3 pertemuan lempeng besar dunia yang menimbulkan banyak gunung api. Negara Indonesia takkan bisa lari dari bencana gempa bumi dan gunung api, karena negara kita adalah negara yang memiliki zona aktif dari pertemuan 3 lempeng besar dunia. Negara kita kaya akan bahan tambang dan mineral berkat adanya struktur geologi yang memiliki kompleksitas yang tinggi. Untuk itu mari kita bersama bangun Indonesia dari pemanfaatan sumber daya mineral. Maju terus mahasiswa kebumian, kita adalah penerus bangsa yang mampu menjawab untuk apa bahan mineral kita, bahan mineral punya kita, dan untuk kita bukan untuk negara lain.

sumber : Vivanews.com

About these ads

About Bangku Sarjana
I'm from Indonesian, I just a Student in Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya, Geophysics Department

3 Responses to GUNUNG LUMPUR PURBA = LUMPUR LAPINDO SIDOARJO

  1. ajunkwees says:

    Blognya bagus mas …keep writing. hehe
    mau tanya. ini semua sumbernya vivanews ato dari keilmiahan ilmu geofisika, geologi & perminyakan? :D

    -salam kenal-

  2. dudi says:

    bersabarlah …………… bisa jadi ujian dari Allah Swt …………… atau juga cobaan

  3. dwi says:

    wah kapan berakirnya ya?…
    Hmmm akankah tidak ada akirnya :(
    ntar lama-lama indonesia bisa jadi lautan lumpur

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: