HASIL PROSES YANG TERJADI DI BUMI

Hasil proses yang terjadi di Bumi secara umum ada 2 macam , yaitu tanah dan batuan. Berdasarkan sifatnya yang merusak atau membangun, bentuk lahan dibagi menjadi 2, yaitu :

A. Bentuk Lahan Konstruksional

Bentuk lahan konstruksional adalah bantuk lahan proses geologi yang bersifat membangun, seperti contoh :

  • Gawir sesar (fault-scrap)
  • Lipatan (antiklin dan sinklin)
  • Kurucut gunung api
  • Delta sungai

B. Bentuk Lahan Destruksional

Bentuk lahan destruksional adalah bentuk lahan hasil proses geologi yang bersifat merusak, sebagai contoh :

  • bentuk lahan hasil proses pelapukan
  • bentuk lahan hasil proses erosi
  • bentuk lahan hasil gerakan massa

Van Zuidam (1983) mengklasiffikasikan bentuk lahan berdasarkan genetiknya sebagai berikut :

  1. Bentuk Lahan Denudasional. Bentuk lahan ini merupakan hasil kegiatan erosi air permukaan dan sungai yang menoreh permukaan bumi serta gerakan massa sehingga membentuk topografi berlereng landai hingga terjal berupa daerah berelief pegunungan hingga hampir rata dengan bentuk dan ukuran pada umumnya tidak seragam dan tidak teratur.
  2. Bentuk Lahan Struktural Denudasional. Bentuk lahan ini mencerminkan kontrol struktur geologi seperti lipatan, sesar, kekar, pola schistocity, dan intrusi batuan beku. meskipun ada proses denudasi namun pengaruhnya relatif kecil dibanding pengaruh struktur geologi. Relief yang terjadi mempunyai lereng yang curam hingga landai bahkan datar. Contoh perbukitan – pegunungan lipatan, perbukitan – pegunungan patahan, mesa, plato, cuesta, hogback, dykes, gawir sesar, graben, dan horst.
  3. Bentuk Lahan Volkanik (Denudasional). bentuk lahan ini hasil kegiatan volkanik meskipun ada proses denudasi. Relief topografinya berkisar datar hingga pegunungan berlereng sangat landai hingga curam. beberapa contoh bantuk lahan volkanik adalah kawah volkanik, kerucut volkanik, lereng gunung api, lidah lava atau lahar, serta volcanic skeleton/necks/plug.
  4. Bentuk Lahan Fluvial. Bentuk lahan ini merupakan bentuk lahan hasil kegiatan erosi dan sedimentasi sungai dengan relief topografi berlereng sedang – datar. Contoh bentuk lahan fluvial adalah tubuh sungai, dataran banjir, tanggul sungai, point bar, backswamp, teras flufial, fan basin, dan delta sungai.
  5. Bentuk Lahan Karst. Bentuk lahan ini terjadi pada daerah yang berlitologi batugamping yang mengalami erosi dam pelarutan. Bentuk lahan ini juga dapat merupakan daerah yang terdiri dari sekumpulan tubuh-tubuh batu gamping terumbu yang berstruktur biohem. Contoh bentuk lahan karst adalah plato karst, tower karst hill, major uvalas, pojles, doline.
  6. Bentuk Lahan Marine. Bentuk lahan ini merupakan bentuk lahan hasil kegiatan gelombang air laut/samudra dan organisme laut. Contoh bentuk lahan marine diantaranya pantai, tebing pantai, beach ridge, swales, marine terrace, atol, coral reef, dan lagoon.
  7. Bentuk Lahan Glasial dan Peri-Glasial. Bentuk lahan ini merupakan lahan yang terdiri dari tubuh-tubuh es gletser dan salju baik yang masih seluruhnya berwujud padat maupun sebagian melebur. Contohnya adalah parrenial snow, glacier ice.
  8. Bentuk Lahan Aeolian. Bentuk lahan ini terbentuk dari proses erosi dan sedimentasi oleh angin. Contohnya adalah gurun pasir, barchan, parabolic dune, longitudinal dune, tranversal dune.

About Bangku Sarjana
I'm from Indonesian, I just a Student in Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya, Geophysics Department

2 Responses to HASIL PROSES YANG TERJADI DI BUMI

  1. zulfikri says:

    makasih ya, sangat membantu untuk skripsi saya🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: