PEMBENTUKAN REGIONAL INDONESIA TERHADAP PEMBENTUKAN LOKASI CEKUNGAN (BASIN) DI INDONESIA

Terdapat hubungan antara cekungan minyak bumi yang berkembang di berbagai tempat dengan elemen-elemen tektonik yang ada. Cekunga-cekungan besar di wilayah Asia Tenggara mempresentasikan kondisi setiap elemen tektonik yang ada, yaitu cekungan busur muka (forearc basin), cekungan busur belakang (back-arc basin), cekungan intra kraton (intracratonic basin), dan tepi kontinen (continent margin basin), dan zona tumbukan (collision zone basin).

Forarc-Basin adalah depresi dasar laut yang terletak antara zona subduksi dan terkait dengan busur vulkanik. Sedimentasi yang terbentuk merupakan endapan material kerak samudra yang terendapkan di tepi-tepi pulau disampingnya.

Back-arc  basin yang diduga bentuk dari hasil dari proses rollback disebut. Istilah ini menggambarkan gerakan mundur dari zona subduksi terhadap gerakan lempeng yang sedang menumbuk. Sebagai zona subduksi dan parit yang ditarik ke belakang, lempeng override ditarik, penipisan kerak yang terbentuk dalam cekungan pada belakang busur. Sedimentasi sangat asimetris, dengan sebagian besar sedimen dipasok dari busur magmatik aktif yang regresi sejalan dengan rollback parit.

Berdasarkan data terakhir yang dikumpulkan dari berbagai sumber, telah diketahui bahwa ada sekitar 60 basin yang diprediksi mengandung cebakan migas yang cukup potensial. Diantaranya basin Sumatera Utara, Sibolga, Sumatera Tengah, Bengkulu, Jawa Barat Utara, Natuna Barat, Natuna Timur, Tarakan, Sawu, Asem-Asem, Banda, dll.

Cekungan busur belakang timur Sumatera dan utara Jawa merupakan lapangan-lapangan minyak yang paling produktif. Pematangan minyak sangat didukung oleh adanya heat flow dari posisi penurunan cekunga dan pembebanan. Proses ini diperkuat oleh gaya-gaya kompresi telah menjadikan berbagai batuan sedimen berumur Paleogen menjadi perangkap struktur sebagai tempat akumulasi hidrokarbon. (Barber, 1985)

Secara rinci perkembangan sistem cekungan dan perangkap minyak bumi yang terbentuk sangat dipergaruhi oleh tatanan geologi local. Sebagai contoh structural pull apart basin menentukan perkembangan sistem cekungan Sumatera Utara (Davies, 1984). Perulangan gaya kompresif dan ekstensional dari proses peregangan berarah untara-selatan mempengaruhi pola pembentukan antiklinorium dan cekungan Palembang yang berarah N300oE (Pulunggono, 1986). Demikian pula pola sebaran cekungan Laut Jawa sebelah selatan sangat dipengaruhi oleh pola struktur berarah timur-barat (Brandasen & Mattew, 1992), sedang pola cekungan di Laut Jawa bagian barat-laut berarah timur laut-baratdaya, sedang pola cekungan di timur-laut berarah barat-laut-tenggara.

Cekungan Kutai dan Tarakan merupakan cekungan intra kraton di Indonesia. Pembentukan cekungan terjadi selama Neogen ketika terjadi proses penurunan cekungan dan sedimentasi yang bersifat trangesif, dan dilanjutkan bersifat regresif di Miosen tengah (Barber, 1985). Pola-pola ini menjadikan pembentukan delta berjalan efektif sebagai pembentuk perangkap minyak bumi maupun batu bara.

Zona tumbukan (collision zone), merupakan tempat endapan-endapan kontinen bertumbuk dengan kompleks subduksi, merupakan tempat prospektif minyak bumi. Cekungan Bula, Seram, Bituni dan Salawati di sekitar Kepala Burung Papua, cekungan lengan timur Sulawesi, serta Buton, merupakan cekungan masuk dalam kategori akibat proses tumbukan. Keberadaan endapan aspal Buton berasosiasi dengan zona tumbuka antara mikro kontinen Tukang Besi dengan lengan timur-laut Sulawesi, dengan Banggai Sula sebagai kompleks ofiolit. (Barber, 1985; Sartono, 1999)

Kehadiran minyak di Papua berasosiasi dengan lipatan dan patahan Lenguru, yang merupakan tumbukan mikro kontinen Papua Barat dengan tepi benua Australia. Sumber reservoat hidrokarbon terperangkap struktur di bagian bawah foot-wall sesar normal serta di bagian bawah hanging-wall sesar sungkup.

Sugguh beruntunglah negara kita yang akan kaya akan kenampakan geologi. Namun sayang perusahaan pengolahan dan yang mengeksploitasi sumber daya mineral adalah perusahaan asing. Kita masyarakat Indonesia hanya sebagai pekerjanya saja. Hanya sedikit perusahaan lokal yang mengeksploitasi sumber daya mineral. Ayo maju bangsa Indonesia…..

About Bangku Sarjana
I'm from Indonesian, I just a Student in Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya, Geophysics Department

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: